Lo Lagi Lo Lagi


Sungguh miris, bukannya mengurus anak dan melayani suami dirumah, Emak-emak nekat ini melakukan kampanye hitam. Dengan Percaya Diri mereka melakukan kampanye terselubung dengan mendatangi warga secara door to door atau dari pintu ke pintu dan mengajak warga untuk tidak memilih Jokowi pada Pilpres mendatang.

Mendengar laporan dari warga, Polisi lalu mengamankan tiga emak-emak yang diduga melakukan kampanye hitam terhadap capres petahana Jokowi di Karawang, Jawa Barat. Ketiga perempuan itu ditangkap setelah video mereka beredar di media sosial. Video provokatif itu ramai dibicarakan warga karena mereka menyebarkan isu bahwa Jokowi akan melarang adzan dan melegalkan pernikahan sesama jenis.

Dalam video itu, perempuan tersebut berbicara dalam bahasa Sunda kepada warga saat kampanye door to door. Lalu mereka memberikan penjelasan kepada warga, jika Jokowi menang, adzan akan dilarang dan pernikahan sesama jenis diperbolehkan. Untuk itu tiga emak-emak itu mengajak para warga untuk tidak memilih Jokowi-Maruf Amin.

"Moal aya deui sora adzan, moal aya deui nu make tiueng. Awewe jeung awene meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin," kata perempuan di video yang viral.

Artinya adalah: Tidak aka nada lagi suara Adzan, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan dan perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki boleh kawin.

Menanggapi video yang beredar luas di masyarakat itu, Cawapres Ma'ruf Amin menegaskan pernyataan yang disampaikan perempuan dalam video viral itu adalah fitnah. Beliau meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya pada hasutan yang bermotif hoax.

"Ngawur itu. Itu fitnah dan hoax, ada hoax begitu, ada juga Departemen Agama dibubarkan, macam-macamlah isu keagamaan, dan tidak benar itu. Jadi ini masyarakat jangan percaya itu fitnah dan hoax," tegas Ma'ruf saat berada di Hotel Aryaduta Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (24/2/2019).

Tak hanya Maruf Amin, Bawaslu Karawang pun langsung bergerak menyelidiki video viral tersebut. Bawaslu bersama Sentra Gakkumdu langsung memeriksa dan mendalami motif dibalik pernyataan  ibu-ibu tersebut yang sengaja memberikan informasi tanpa data yang valid atau hoax di tengah masyarakat dengan memfitnah Presiden Jokowi.

"Sedang diselidiki (video) oleh Bawaslu Karawang, orangnya ada, terus kita lagi minta alamat yang benar, karena tinggalnya nggak di rumah tersebut," ujar anggota Bawaslu Rahmat Bagja saat dihubungi, Minggu (24/2/2019).

Menanggapi video itu, pihak kepolisian langsung mengusut kampanye hitam yang menyerang Presiden Jokowi. Tak butuh waktu lama, polisi langsung membekuk dan mengamankan tiga Emak-emak yang diduga berada dalam video viral tersebut.

"Tepatnya kemarin hari Minggu, kita sudah mengamankan tiga wanita," ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (25/2/2019).

Truno mengatakan ketiganya bisa dijerat dengan beberapa pasal, seperti Undang-Undang Pemilu hingga UU ITE Pasal 28 ayat 2. Ancaman hukumannya bisa mencapai 6 tahun penjara.

Dalam keterangannya, emak-emak itu mengaku hanya suruhan, ia mengaku diberikan upah 1 juta rupiah per hari untuk melakukan kampanye hitam itu, mendengar keterangan dari Emak-emak itu, tercium aroma Fadli Zon yang beberapa waktu lalau menggelar pertemuan dengan Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandiaga Uno (PEPES).

Fadli Zon terindikasi telah memerintahkan dan membayar emak-emak itu untuk melakukan kampanye hitam terselubung di daerah Jawa Barat untuk kembali mendongkrak elektabilitas Prabowo-Sandi yang kian menurun.

Dalam keterangannya beberapa waktu lalu, Fadli dengan bangga mengatakan bahwa dirinya diminta oleh Emak-emak untuk menjadi penasehat, dan Fadli dengan bangga menerima pendapat itu, dan ia berjanji akan memberikan arahan kepada emak-emak untuk Bersama-sama tim kemenangan Prabowo-Sandi untuk melakukan kampanye.

Dan sekarang terbukti bahwa kampanye hitam yang dilakukan emak-emak itu adalah suruhan dari Fadli Zon yang telah membayarnya 1 juta rupiah per hari untuk menyebarkan berita bohong dan ajakan untuk tidak memilih Jokowi pada Pilpres mendatang. Sungguh hina kamu Fadli Zon..!

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.