Malu Saya Pak !


Kandidat presiden Indonesia, Prabowo Subianto kembali mempermalukan dirinya sendiri dan Indonesia. Pasalnya ia tersendat-sendat saat memberikan jawaban saat debat kedua di televisi kala adu gagasan melawan rivalnya Joko Widodo.

Dengan menggunakan jargon teknologi dalam sebuah pertanyaan, Jokowi bertanya kepada Prabowo, apa yang akan dia lakukan untuk mendukung Unicorn..?, sebuah istilah untuk perusahaan baru yang bernilai lebih dari US $ 1 miliar (S $ 1,35 miliar) itu.

"Apa maksud dengan unicorn? Apa yang online-online itu?" tanya Prabowo dengan muka merah sambil menahan nafas.

Seorang mantan jenderal berpendidikan AS, ternyata tak tahu dengan istilah Unicorn. Kemudian Prabowo menjawab dengan jawaban yang dinilai asal atau ngawur, sangat jauh dengan apa yang ditanyakan Jokowi kepadanya.

"Jika kita tidak hati-hati, antusiasme untuk hal-hal Internet, e-commerce dan hal-hal itu, akan mempercepat keluarnya uang kita ke negara lain." kata Prabowo dengan percaya diri.

Sehari setelah debat kedua berlangsung, nama Prabowo menjadi perbincangan di dalam dan diluar negeri. Betapa tidak, Prabowo dinilai kurang menguasai materi debat kedua kala itu. Banyak pakar politik tanah air yang menyayangkan pernyataan Prabowo yang ngawur dalam menjawab pertanyaan dari sang petahana.

Yang paling parah, Prabowo dinilai kurang memahami arti dari Unicorn. Tak hanya media di tanah air yang membicarakan kebodohan Prabowo, namun banyak juga media luar negeri yang membicarakan ketumpulan otak Prabowo.

Diantaranya adalah The straitstimes Singapura,  The Hindu india, Aljazeera Qatar, Bangkok post Bangkok, Washington times Amerika, National Post Toronto dan masih banyak lagi.

Bagaimana menurut anda, saya sebagai orang Indonesia merasa malu melihat nama Prabowo Subianto yang suka keluar negeri dan bicara sok inggris itu terpampang di media luar negeri. Dan sepertinya Prabowo memang harus berlajar lagi agar tidak mempermalukan dirinya sendiri dan bangsanya di kemudian hari.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.