Paket Hemat (Pahe) Hingga Genderuwo


Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengklaim pencalonannya di Pilpres 2019 bersama Sandiaga Uno hanya didukung pendanaan yang terbatas. Dia menyebut, pencalonan dirinya dan Sandi di Pilpres 2019 merupakan "paket hemat."

Menurut Prabowo, karena tidak berbekal dana besar, tim kampanyenya hanya memasang baliho dalam jumlah minim. Ia juga mengaku tidak memiliki dana untuk membeli kaus guna dibagi ke pendukungnya. Dana untuk membiayai pendukungnya menjaga setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), kata dia, sudah menjadi beban yang berat.

"Mohon maaf dari awal, kami mengakui kami ini paket hemat," ujar Prabowo di depan peserta acara perayaan HUT FSPMI ke-20 beberapa waktu lalu.

"Saya umumkan, kami tidak mampu untuk mengeluarkan uang banyak," tambah Prabowo.

Di hadapan para buruh anggota FSPMI, Prabowo juga mengeluh bahwa uangnya dari hasil berbisnis yang gagal, lalu menjual aset hingga meminjam dari bank Indonesia yang tak kunjung cair, belum mencukupi kebutuhan dana kampanyenya.

Kondisi serupa, kata Prabowo juga dialami pasangannya di Pilpres 2019, Sandiaga Uno yang selama ini terkenal sebagai pengusaha sukses tapi tak tahu uangnya kemana.

"Dari awal kita akui kita paket hemat, saya mau dagang aja sulit. Aku nggak bisa banyak pinjaman uang di bank. Di luar negeri aja susah. Sandi juga," kata Prabowo di Hall Sport Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2/2019).

Prabowo tak jadi masalah meski sulit mendapatkan pinjaman uang. Dia berterima kasih banyak kepada relawan yang membantu untuk biaya politiknya. Prabowo kemudian menanyakan negara ini milik siapa. Dia lalu menyinggung 'genderuwo'.

"Ini negara punya siapa? Punya genderuwo katanya ini. Punya genderuwo," ucap Prabowo.

Eks Danjen Kopassus itu kemudian mengatakan bahwa dirinya pernah mempertaruhkan nyawa untuk RI. Sambil berapi-api, Prabowo bicara tak dilayani saat meminjam uang di bank.

Diketahui bahwa Prabowo pada November 2018 lalu, Dirinya sempat sebut mengajukan kredit ke Bank Indonesia (BI). Prabowo melontarkan pernyataan itu saat memberikan pembekalan relawan Prabowo-Sandi di Istora Senayan, Jakarta, pada Kamis (22/11/18) lalu. Pernyataan itu pun viral melalui video yang tersebar mulai dari Twitter hingga Youtube.

Berita terkait pernyataan Prabowo itu tentu menarik perhatian banyak publik. Sebagai bank sentral yang menjaga moneter, BI tentu tidak memberikan pinjaman seperti bank-bank biasa. Berita ini pun menjadi salah satu yang paling banyak dibaca sepanjang 2018.

Banyak kalangan yang menganggap Prabowo ini sebenarnya pinter apa bodoh ya..? terang saja gak bisa pinjem uang, lah pinjemnya ke Bank Indonesia.. Lalu kini seenaknya mengatakan bahwa Negara ini adalah milik Genderuwo.

Lalu tim BPN mati-matian membelanya, kan lucu ya.. calon presiden macam apa ini, masalah cetek aja gak tahu, selalu memberikan pernyataan yang konyol dan salah kaprah, mau dibawa kemana negara ini jika Prabowo jadi presiden, bica kacau negara ini.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.