Aduh Udah Jatuh Tempo..


Urus Perusahaan Sendiri Tak Becus Mau Ngurus Negara

Persoalan tagihan dana reboisasi yang dilayangkan Bank Mandiri kepada salah satu perusahaan milik Capres Nomor 02, Prabowo Subianto akan menjadi problem terkait kredibilitas yang bersangkutan.

Hal ini dikarenakan publik akan melihat propaganda anti hutang yang kerap disuarakan Prabowo berbanding terbalik dengan kehidupan bisnis pribadinya.

Dan publik akan melihat, beda omongan dengan keadaan nyata. Lalu bagaimana mengatasi masalah bangsa, apabila masalah sendiri saja Prabowo tak bisa membereskan.

Seharusnya Prabowo membereskan dulu semua tanggungan utangnya agar tak menjadi pemberat bagi yang bersangkutan dalam berpolitik.

Seperti diketahui,  belum lama ini PT Bank Mandiri Tbk melayangkan surat yang ditujukan pada PT Tanjung Redeb Hutani milik Prabowo Subianto. Surat itu berisi tagihan kewajiban pinjaman dana reboisasi proyek Hutan Tanaman Industri.

Dalam surat yang dirilis 14 Desember 2018 itu, Bank Mandiri menginformasikan pihak PT Tanjung Redeb Hutani harus segera membayarkan kewajibannya sebelum jatuh tempo tangal 15 Januari 2019.

Kewajiban yang harus dibayar berupa tunggakan angsuran hutang pokok beserta denda keterlambatan pembayaran yang totalnya mencapai Rp123 miliar.

Coba saja anda bayangkan, mengurusi lingkup perusahaannya saja Prabowo keteteran, bagaimana jika nanti memimpin sebuah negara besar seperti Indonesia…?

Dan jangan-jangan Prabowo akan menjual aset bangsa kita kepada asing untuk menutupi utang-utangnya yang segede gunung.

Tak banyak yang bisa dilakukan oleh Prabowo untuk perusahaannya, apalagi untuk negara ini. Pengalamannya dalam pemerintahan juga tak ada, prestasinya juga tak ada. Lalu apa yang bisa Prabowo lakukan untuk negeri ini..??

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.