Aku Tapir ! So What ?


Belum lama ini media sosial kembali ramai membincangkan Tengku Zulkarnain. Kali ini media sosial dihebohkan oleh video Tengku Zulkarnain yang membahas tentang kata ‘kafir’ dan kemudian dia mentasrif kata kafir tersebut.

Diketahui dalam video tersebut Tengku Zulkarnain bermaksud mengomentari hasil Munas NU soal Kafir, tapi ternyata dia malah membongkar bahwa dia sendiri tidak menguasai ilmu sorrof dan membuat kesalahan saat mentasrif.

Karena lafadz ‘kafir’ merupakan isim fail tsulasi mujarod dari madzi kafaro, jika di tashrif menjadi ”kafaro-yakfuru-kufron”.

Sedangkan lafadz “Mukaffir” itu isim fail tsulasi mazid dari madzi ‘Kaffaro, jika di tashrif menjadi “Kaffaro-yukaffiru-takfiiron”.

Padahal maksud dia untuk mengomentari hasil Munas NU soal Kafir, tapi ternyata dia sendiri ilmu tasrif saja tidak bisa.

Lucunya itu disini, tasrifan saja tidak bisa, tapi mengomentari keputusan Bahtsul Masail Ulama NU, padahal Bahtsul Masail itu Kajian Fiqih kelas tinggi, hanya Ulama-ulama yang ber ilmu tinggi yang berani ikut diskusi ilmiyah ini.

Jika Tasrif saja tidak bisa, jauh, keilmuannya masih jauh, tidak sebanding, tidak usah maksain melebihi Ulama NU, karena pelajaran Tasrif itu untuk anak-anak pemula di pesantren NU, dan tasrif itu salah satu ilmu alat agar bisa memahami Kitab-kitab karya Ulama, kitab fiqih dan untuk memahami Al-Qur’an Hadits.

Ilmu Alatnya saja belum bisa, malah ngomentarin Kajian Fiqih. Sepertinya beliau memang tidak salah ucap, akan tetapi benar-benar tidak faham tashrif. Berikut video Tengku Zulkarnain yang mendapat respon beragam dari netizen.

Afif Mustofa : Tasrifannya salah itu…kafaro yakfuru kufroon….mudlore nya bkn yukaffiru…klo mudlarenya yukaffiru madli nya kaffaro yukaffiru takfiiroon wa takfiyrotan.

Jiran Iliyyin: tolong jangan dibuly, orang lg belajar ko di buly, mari kita doakan muga muga ustad tengku dzulqornain mau sekolah lagi di madrasah ibtidaiah, bersama anak anak umur dua belas tahun, dan semoga bliau mnjadi juara kelas amiiin.

Bala Pandawa:Paraaaah… Gitu kok dijadikan panutan…
Hanya orang bodoh yg mengangkat orang bodoh lainnya menjadi panutan.. Gitu katanya berakal sehat.. Akal sehat Roti Garing.. ???

Kusnul Abidi : Iku ikut wazan yang mana yaa, kafara yukaffiru kufron. Mestinya Kalau kaffara yukaffiru takfiiron,

Zidane El Awlya Musthafa: Ketok guoblooooge… Pelajaran kelas 2 ibtidaiyah saja ngga ngerti

Munib Ahmad : Sudahlah…
Mumpung bntr lg thn ajaran baru, tuntun dia dong, buat dftr jd santri baru, ntar kl gak ketrima di ibtidaiyah, kan msh bs diterima di bawahnya, di kls persiapan, 2 taun lah…br ntar msuk ibtidaiyah kls 1

Muhammad Faruq : baru liat saya tasrifan model gini.
madlinya tsulasi mujarod ee mudlorinya tau2 tsulasi mazid biharfin :v diketawain anak2 tsanawiyah kalo tu ceramah disini.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.