Indonesia Khilafah Bersama Felix Siauw


Dari namanya bisa dipastikan Felix Siauw punya dara keturunan Tionghoa. Dan dalam beberapa kesempatan Felix memang mengakui jika dirinya adalah warga keturunan. Felix dulunya memang bukan muslim lalu kemudian menjadi mualaf dan menyebut dirinya sendiri Ustadz.

Ok tak apa… Ustaz Felix sempat mempertanyakan mengapa ideologi Khilafah dilarang di Indonesia.

"Terlarang dari mananya? Kalau Anda mengatakan Khilafah ideologi terlarang, berarti Anda harus menghapuskan kemudian, orang-orang yang membaca ketika Tarawih pada Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar, Khalifah Usman, Khalifah Ali. Mereka adalah Khalifah-khalifah. Dan Khilafah adalah apa? Khilafah adalah prinsip pengelolaan alam semesta yang diamahkan Allah kepada manusia," ucapnya.

Lalu ia mempertanyakan mengapa ideologi Khilafah itu justru dilarang?

Ada dua hal yang harus dipahami oleh Felix, jika mengartikan khilafah sebagai pemimpin bukanlah hal yang bermasalah. Namun apabila mengatakan khilafah adalah sistem pemerintahan, seperti yang dipercaya FPI dan HTI, maka hal tersebut sangat bertentangan dengan Pancasila.

oleh orang-orang HTI, khilafah diartikan sebagai suatu ideologi, yang menentang demokrasi, tidak menganggap negara kebangsaan, maunya transnasional (satu negera Islam yang terdiri dari beberapa negara). hal tersebut sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa di Indonesia.

Khilafah yang diberlakukan di Indonesia adalah hasil kajian atau musyawarah para ulama pendiri negara ini sebelum memerdekakan Indonesia. Karena itu, khilafah yang berlaku di Indonesia bisa jadi berbeda dengan model khilafah yang dijalankan oleh negara-negara Islam di dunia ini.

Berbicara khilafah bisa dilihat dari dua perspektif, yaitu sebagai sistem atau sebagai sebutan kepemimpinan. Khilafah sebagai sebuah sistem ketatanegaraan itu tidak ada dalam Al Quran dan Hadists nabi Muhammad SAW. Karena itu, sesudah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW kemudian lahir berbagai macam khilafah.

Dan harus di ingat, Indonesia pun telah menganut sistem khilafah, tetapi model khilafah yang di anut Indonesia adalah khas Indonesia yang didasarkan kepada Pancasila.

Konsep khilafah dari para petinggi Hizbut Thahrir Indonesia (HTI) itu sudah dipastikan terkait dengan sistem pemerintahan. Oleh sebab itu mereka (HTI) menolak demokrasi. Menganggap demokrasi itu thogut. Menolak negara kebangsaan, mereka maunya transnasional. Satu negara yang berdasarkan Islam yang  meliputi berbagai bangsa menjadi satu negara, seperti yang telah dibahas di atas.

Jika khilafah dalam pengertian sistem tata pemerintahan yang terus diperjuangkan, maka itu sangat berbahaya bagi Indonesia. Oleh sebab itu, gerakan khilafah itu sebagai sebuah gerakan alternatif ideologi yang sangat berbahaya.

Kerangka politik khilafah bertolak belakang dengan sistem demokrasi negara modern saat ini, dan  kekhalifahan sudah kehilangan legitimasinya di dunia. Dan juga, tidak ada negara modern yang menggunakan sistem tersebut, bahkan di Timur Tengah sekalipun.

Pada zaman Kesultanan Ottoman berakhir, sistem khalifah juga sudah tidak digunakan lagi. Kesultanan ini pun pecahannya memisahkan diri dan membentuk negara-negara bagian. Mereka membentuk negara yang mempunyai batas teritori. Karena sudah kehilangan legitimasi internasional. Begitu juga di Indonesia, sistem khilafah tentu sangat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.