OD ?


Ketua MPR yang juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan masuk rumah sakit karena over dosis. Zulkifli Hasan dirawat di Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta Selatan, setelah sebelumnya dikabarkan kejang-kejang karena terlalu banyak mengonsumsi obat penenang.

Malu dengan kenyataan pahit yang dideritanya, Zulkifli sengaja menyembunyikan kejadian itu, dan membuat sandiwara layaknya si Sandiaga Uno dengan mengatakan bahwa dirinya kelelahan karena jadwal kampanye yang padat.

Kecurigaan netizen semakin kuat karena selama ini Zulkifli Hasan tak pernah kemana-mana, apalagi melakukan aktivitas yang padat, dia hanya duduk manis di kantor, dan terima telpon. Lalu apa yang membuatnya bisa kelelahan..? banyak yang bertanya-tanya.

Ternyata Pentolan PAN ini dikabarkan sering mengkonsumsi obat penenang hampir tiap hari, kejadian over dosis itu sebenarnya sudah sering terjadi, namun tak banyak orang yang tahu, hanya teman dekat dan Dokter tempatnya meminta resep itu yang tahu.

Drama berlanjut, Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno pun menjenguk Zulkifli Hasan. Dia mengatakan Zulkifli Hasan kelelahan karena kampanye untuk Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. (Netizen tertawa tipis membacanya..).

"Saking berjuang begitu keras, Bang Zulkifli Hasan harus beristirahat di rumah sakit. Setelah sembuh nanti sepertinya Bang Zul harus diajak rutin lari pagi biar daya tahan tubuh kuat. Yuk kita doakan semoga Bang Zul lekas sehat dan bisa kembali berjuang untuk Indonesia adil makmur," kata Sandiaga sang Aktror sinetron.

Sandiaga mengatakan itu dalam akun Twitternya, @Sandiuno, Kamis (28/2/2019). Dan untuk meyakinkan netizen, Sandiaga pun memamerkan fotonya saat menjenguk Zulkifli Hasan yang sedang terkapar karena over dosis obat penenang.

Sandiaga dan Zulkifli Hasan yang sedang fly sembarli terbaring lemas, berpose 2 jari ciri khas pasangan Prabowo-Sandi. Walaupun sedang terkulai lemas karena over dosis, Zul (panggilan akrabnya) tetap menunjukkan dirinya masih kuat untuk berjuang memenangkan Prabowo-Sandi, walaupun harus dengan bersandiwara.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.