PKS Biang Kerok Hoaks Dan Kampanye Hitam


Dari dulu hingga sekarang, PKS adalah partai yang selalu membuat suasana politik tanah air menjadi panas, betapa tidak, baru-baru ini kejadian yang jadi viral di media sosial kembali menyeruak.

Sebuah video beredar di Sulawesi Selatan tentang seorang ibu yang berkampanye yang menyebut pemerintahan Joko Widodo akan menghapus kurikulum agama. Menariknya, ibu ini menggunakan atribut PKS dalam kampanyenya.

Ibu yang tengah bertamu di rumah warga ini terlihat menggunakan baju berwarna putih berhijab kuning ala PKS. Di baju bagian lengan terlihat lambang PKS dengan ukiran dua sabit dan kapas.

Terlihat juga sebuah tulisan di atasnya yang mirip dengan slogan PKS, yaitu 'Bersih, Peduli, dan Profesional'.

Seperti biasa PKS tak mau mengakui bahwa ada kadernya yang sengaja menyebarkan berita hoaks dan berkampanye hitam, ya logikanya aja lah.. kalau bukan dari PKS lalu dari mana lagi, seperti halnya kejadian di Karawang beberapa hari lalu, kubu koalisi rame-rame tak mau akui bahwa emak-emak itu dari kubunya.

Ketua DPW PKS Sulsel Surya Darma saat dimintai konfirmasi menegaskan tidak mengenal ibu yang menyampaikan black campaign ke Jokowi itu.

"Maaf, saya no comment. Ibu di video saya tidak kenal. Bagusnya dilacak sama asal di mana Dinda dapat pertama kali video ini," kata Surya, Selasa (5/3/2019).

Dia pun enggan berkomentar soal dugaan pencatutan logo PKS yang dikenakan oleh ibu tersebut saat bertamu ke rumah warga.

"Saya juga tidak tahu apakah itu pencatutan logo," kata Surya.

Yang pasti, lanjut Surya, kampanye yang dilakukan pihaknya tetap berada dalam koridor hukum. Dia menegaskan PKS tidak tahu menahu masalah ini. Ia mengatakan, mungkin itu adalah partisipan dari PKS yang memproduksi konteks hoaks selama kampanye.

"PKS normatif saja. Kampanye dukungan untuk Prabowo tetap harus ada dalam koridor hukum dengan tidak bikin black campaign. PKS tidak boleh produksi hoaks dan fitnah, meski suhu politik sudah sangat panas," tegas Surya.

Sebelumnya, dalam video menjadi viral itu seorang ibu yang berkampanye untuk Prabowo Subianto. Ibu itu menyebut pemerintahan Jokowi akan menghapus kurikulum agama dan menghapus pesantren, ibu tersebut mengajak pemilik rumah memilih pasangan nomor 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Kalau kita pilih Prabowo itu, kita pikirkan nasib agama kita, anak-anak kita walaupun kita tidak menikmati. Tapi besok lima tahun atau 10 tahun akan datang ini, apakah kita mau kalau pelajaran agama dihapuskan oleh Jokowi bersama menteri-menterinya," kata ibu tersebut.

"Itu kan salah satu programnya mereka. Yang pertama, pendidikan agama dihapus di sekolah sekolah. Terus rencananya mereka itu menggantikan pesantren itu akan menjadi sekolah umum dan berbagai macam cara untuk ini," sambungnya.

Sebelum melanjutkan pembicaraannya, si pemilik rumah langsung memotong dan meminta izin ke luar rumah dengan alasan ada urusan, karena si tamu sudah mulai berbicara politik dan berkampanye hitam.

Bagaimana pendapat anda tentang peristiwa ini, kenapa PKS tak mau mengakuinya..?

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.