Program Gagal OK OCE Akan Dibawa Ke Tingkat Nasional?



Program One Kecamatan One Center for Entrepreneurship (OK OCE) besutan Sandiaga Uno saat kampanye DKI disebut telah menghasilkan 29.346 tenaga kerja baru di Jakarta sepanjang 2018. Anda percaya..?

Kegagalan program OK OCE calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno rencananya akan dibawa ke level Nasional. Program gagal yang membuat kita miris dan ingin menangis itu telah banyak menipu warga DKI. Betapa tidak, para pelaku UMKM yang sedianya mendambakan usaha kecilnya berkembang dengan pesat justru alami kerugian.

Program pelatihan, permodalan, perijinan dan pemasaran yang Sandiaga Uno janjikan ternyata hanya omong kosong doang. Setelah berdiri, OK OCE Mart yang Sandi banggakan itu ternyata sepi pengunjung. Dari hari ke hari, bulan ke bulan sepi akhirnya bangkrut dan tutup.

Sandi sendiri pernah mengakui bahwa program OK OCE besutannya itu gagal total di Jakarta, tak sedikit pengamat ekonomi juga mengomentari program Sandi itu adalah program dadakan tanpa prediksi yang matang, hanya program tambahan untuk menggaet pemilih pada pemilihan Gubernur DKI kala itu.

Dalam debat ketiga Pemilihan Presiden 2019 pada Minggu (17/3/2019) kemarin malam, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno sempat menyinggung soal Rumah Siap Kerja yang diluncurkan Prabowo Subianto-Sandiaga sebagai solusi bagi mengatasi pengangguran.

Menurut dia, melalui Rumah Siap Kerja, anak-anak muda akan mendapatkan pelayanan terpadu satu pintu. Dan pilah Sandi mengklaim, OK OCE sudah menurunkan angka pengangguran hingga 20.000 pada 2018.

"Bisa diarahkan menjadi wirausaha. Jika jadi wirausaha bisa gabung OK OCE," kata Sandiaga.

Sangat mirip dengan OK OCE yang dulu dijanjikan Sandi, hanya wacana saja agar masyarakat terpincut dan mau memilihnya. Hati-hati dengan rayuan bombal Sandi. Program gagal mau di up lagi ke tingkat Nasional, harus berapa juta penduduk Indonesia yang akan merugi dan kecewa,,?

Sungguh ironis memang, program gagal tapi mau di aplikasi ke tingkat nasional.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.