Sebegitunya biar dapet image..


Viral di media sosial seorang nenek mengaku diberikan uang Rp 500.000 untuk naik keatas panggung untuk berfoto bersama Prabowo Subianto dalam kampanye di Mataram, NTB. Kampanye di Mataran dikabarkan juga dihadiri oleh ribuan warga.

Namun terhitung hanya sekitar 20% saja warga Mataram yang ikut. Sisanya bukan dari warga Mataram, kabarnya timses Prabowo sengaja mendatangkan massa dari luar Mataram, seperti dari Bali dan Sumbawa, agar terlihat Kampanye Prabowo dipadati oleh pendukungnnya.

Video tersebut beredar di media sosial seperti dilihat Rabu (27/3/2019) dengan narasi si nenek diberi duit Rp 500 ribu setelah berfoto dengan Prabowo di atas panggung. Sebelumnya, dalam kampanye Prabowo di Mataram, ada nenek-nenek merangsek ke panggungnya.

Momen nenek-nenek berkerudung hijau merangsek ke panggung Prabowo itu diunggah elite BPN seperti Dahnil Anzar Simanjuntak dan juga cawapres Sandiaga Uno.

Lalu Si nenek, dalam video itu, ditanyai seorang lelaki perihal uang ratusan ribu yang dijanjikan kepada dirinya setelah naik panggung dan berfoto dengan Prabowo. Berikut percakapan si lelaki dengan nenek berkerudung hijau itu:

Pria: Dikasih berapa ratus ribu?

Nenek: Rp 500 ribu

Pria: Alhamdulillah, Bu, ya, dapat kita belanja ya, Bu, ya, kita viralkan, oke. Gimana salam Pak Prabowo?

Nenek: Salaman begini, tangannya begini

Pria: Mantap ya dikasih Rp 500 ribu

Nenek: Dipeluk, dicium

Pria: Sangat luar biasa teman-teman. Ini yang lagi viral, salam berapa jari?

Nenek: Dua jari

Pria: Untuk kemenangan siapa?

Nenek: Pak Prabowo

Pria: Kalau saya pilih Pak Jokowi-Ma'ruf Amin

Nenek: Pak Jokowi nggak ada apa-apanya

Saat dikonfirmasi, anggota BPN, Habiburokhman menegaskan pihaknya tidak membagi-bagikan duit. Bahkan, dia mengaku pihaknya malah yang diberi sumbangan oleh rakyat. Mengapa demikian, karena rakyat merasa kasihan kepada Prabowo yang sudah tak punya uang buat logistic kampanyenya.

Padalah kekayaan Prabowo melimpah ruah dan sengaja tak mau ia keluarkan demi kampanye, karena Prabow tahu bahwa dirinya akan kalah lagi dalam kontestasi ini, makanya dia tak mau obral uang demi Pilpres, biarkan saja rakyat yang mendanai kampanyenya.

"Tentu nggak ada dari kita bagi-bagi duit saat kampanye, jadi jangan fitnah. Kami justru sering mendapat sumbangan dari rakyat. Saya saja pernah dapat kiriman amplop isi Rp 100.000," jelas Habiburokhman dengan gugup.

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.