Tanggung Jawab !


Ketua Umum Partai Emak-emak Pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (PEPES), Wulan membantah bahwa  ketiga perempuan yang ditangkap di Karawang, Jawa Barat adalah anggotanya. Wulan dengan mudah menduga emak-emak yang berkampanye hitam yang menjelekkan Jokowi itu hanya segelintir simpatisan PEPES.

Herlina, orang tua dari salah satu tersangka pelaku kampanye hitam yang menyerang Joko Widodo di Karawang mengaku menyesal atas perbuatan anaknya. Ia pun meminta Prabowo-Sandi sebagai pemimpin utama yang membawahi PEPES ikut bertanggung jawab atas hal ini.

Emak-emak yang tanpa akal sehat ngebacot seperti codot dengan melakukan kampanye hitam door to door dan diunggahnya kemedia sosial itu, seakan bagai sampah yang bau dan harus dibuang. Jangankan kita, Prabowo-Sandi saja tak mau mengakuinya. Kan aneh…

Bagaimana tanggung jawab Prabowo-Sandi yang seakan cuci tangan dengan kejadian ini, dimana kini setelah diciduk, bahkan langsung tak diakui kalau mereka dari organisasi relawan bernama PEPES. Entah bagaimana logikanya, Ketum PEPES Bantah Emak-emak Ditangkap di Karawang Anggotanya.

Walau tak diakui sebagai anggota, tapi lucunya Wulan ini secara tersirat berusaha menyuarakan dukungan dalam bentuk kata yang agak nyeleneh, yakni adalah sebagai berikut. ‘Menurut Wulan, apa yang dilakukan ibu-ibu di Karawang itu bukan kampanye hitam. Ibu-ibu itu dinilainya hanya mencoba mengkampanyekan Prabowo-Sandi dengan bahasa mereka.’

Jangankan Wulan, Ratna Sarumpaet saja yang sudah bertengger lebih lama tampil dilayar kaca sebagai Tim Pemenangan BPN saja “Tidak diakusi” oleh Faldo Maldini dengan teriak paling nyaring “Itu Bukan Kami”, apalagi sekelas Wulan nanti? Ya Wulan sih masih aman, yang kasihan itu 3 pelaku yang telah terciduk itu, bagaimana nasibnya nanti.

Prajurit-prajurit jihad berani koar-koar siap masuk penjara, pas masuk penjara eh kebingungan sendiri. Karena apa? Berteman sama ular ya bakal dipatok juga, setelah terciduk ya elo siapa?

Tiga tersangka kasus kampanye hitam di Karawang sampai saat ini belum mendapat pendampingan hukum dari BPN Prabowo-Sandi atau pihak keluarga. Namun demikian penyidik Polda Jawa Barat menyediakan penasihat hukum bagi tiga orang wanita yang diduga sebagai anggota tim kampanye Prabowo-Sandi tersebut.

Tuh kah.. malah Polisi sendiri yang menyiapkan penasihat hukum. Kurang baik apa negara kita ini? Bahkan terhadap pelaku yang jelas-jelas buat kriminal seperti itu masih saja disayang dan diberikan pengacara.

Prabowo dan Sandi kemana…? Sudah dipastikan kabur duluan, karena takut citranya tercoreng karena mengakui ke 3 emak-emak itu sebagai relawannya. Kasian sekali karena pada faktanya 3 emak-emak yang kini mejadi tersangka tak diakui sama sekali keberadaannya sebagai tim yang paling berani.

Coba fikir dengan logika, berani koar-koar soal dilarang azan dan pernikahan sejenis sah. Ibu-ibu ini  tidak mungkin berani tanpa adanya arah tertentu, mungkin bisa saja dari sang penasihat PEPES, atau memang ketua PEPES sendiri. Toh pada faktanya yang sudah terkutip diatas. Wulan sendiri berkata kalau apa yang dilakukan 3 emak-emak ini bukan kampanye hitam toh?

Artinya mengucap seperti ini tidak masalah, secara logika ya begitu, karena penafsirannya dari lisan “Bukan kampanye hitam” dengan alasan kurangnya edukasi. Istilahnya, kalau dungu boleh aja koar macem-macem. Jadi kurang lebih kemungkinan brefiengnya seperti itu.

Karena itulah mengapa emak-emak berani tampil garang dilapangan nge-fitnah sana nge-fitnah sini, karena apa? Karena ada penjamin (sebagai janji sosok yang melindungi) Orang ini kasih arahan, pura-pura dungu aja, yang penting bisa ngarang bebas dilapangan. Kan begitu…

Eh nyatanya, setelah ditangkap, langsung cuci tangan, berusaha dibantu hanya via lisan. Tapi bahkan tak diakui sebagai relawan. Kan repot makkkk… mending dirumah nonton sinetron.

Logikanya, Ratna saja dibuang, apalagi kalian? Karena bagi mereka yang penting menang, apapun caranya yang penting menang. Rakyat urusan belakang, dimana artinya bukan tidak mungkin rakyatpun pasti dibuang.

Coba kampret berfikir kembali, mereka saja yang dekat dibuang, apalagi kalian yang hanya codot bau yang tak punya otak dan banyak makan.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.