The Worst Performance..


Segala cara licik dilakukan Prabowo Subianto agar bisa menang jadi Presiden benar-benar di luar akal sehat manusia. Prabowo mengidap penyakit negatif thingking yang kronis level stadium akut.

Entah baca atau tidak, atau data yang dicomot hasil bisikan para jongosnya itu, dengan sok tahunya Prabowo menuding bahwa angaran Kemenhan hanya 5% saja dari total APBN.

Lalu dia bilang bahwa jumlah anggaran tersebut sangat kecil dan sangat minim sekali. Dia pun berjanji kalau menang jadi Presiden dia akan memperbaikinya. (Anda percaya..?)

"Di bidang pertahanan dan keamanan, kita terlalu lemah. Anggaran terlalu kecil, ini perlu kita perbaiki," ujar Prabowo dengan sangat patriotis ala militer jaman orba.

Sejak awal, Prabowo ini sering tidak nyambung dengan topik yang dibahas, dan cenderung memaksakan kehendak dan kemauannya sendiri. Ngomong A, jawabnya B. Ibaratnya Jaka Sembung bawa golok, gak nyambung idiot.

Yang jelas prilaku model begini ini sangat bahaya kalau dia benar-benar jadi Presiden. Bisa-bisa rakyat akan dibungkam dan ditumpasnya demi kehendaknya sendiri. Ini sangat berbahaya.

Prabowo benar-benar tidak mengerti dan tidak paham bahwa pelaksanaan anggaran APBN wajib hukumnya mengikuti prinsip money follow program anggaran APBN.

Di era Jokowi, anggaran untuk Kemenhan itu kedua tertinggi seteleh PUPR karena pak Jokowi benar-benar memperhatikan masalah pertahanan NKRI, selain masalah infrastruktur yang baru di sekitar 36 koma sekian persen pelaksanaannya.

Kenapa di era Jokowi anggaran untuk Kemenhan sangat tinggi, karena Presiden Jokowi paham betul kalau militer kuat, maka negara juga kuat. Dengan demikian, rakyat pun kuat, NKRI aman dan sejahtera.

Kemenhan adalah salah satu kementerian yang mendapat porsi anggaran terbesar pada APBN 2019. Anggaran Kemenhan hanya dikalahkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang mencapai Rp110,7 triliun.

Di tahun 2019 ini anggaran untuk Kementerian Pertahanan tembus mencapai Rp 108,36 triliun. Ini lebih tinggi dari anggaran di tahun 2018 yang berjumlah 107 triliun.

Sedangkan untuk lembaga, non-Kementerian lainnya, anggaran paling besar dialokasikan kepada Polri dengan total Rp 95,0 triliun.

Setelah Polri, Komisi Pemilihan Umum mendapat alokasi anggaran terbesar kedua sebesar Rp 12,5 triliun. Kemudian Mahkamah Agung sebesar Rp 8,3 triliun, Kejaksaan Agung sebesar Rp 6,4 triliun, DPR sebesar Rp 5,7 triliun, BNN sebesar Rp 5,6 triliun.

Lalu Bawaslu sebesar Rp 5,6 triliun, BKKBN sebesar Rp 5,5 triliun, Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar Rp 4,8 triliun, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebesar Rp 2,8 triliun.

Anggaran yang tinggi untuk Kemenhan, ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan pasukan militer Indonesia, termasuk pemenuhan dukungan operasional alat utama sistem persenjataan (Alutsista), serta dukungan operasional Babinsa, dan kenaikan tunjangan kinerja pegawai di lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI.

Ini angka yang bukan sedikit. Artinya perhatian Presiden Jokowi kepada pertahanan militer Indonesia tidak main-main. Kok bisa-bisanya Prabowo bilang hanya 5% saja dari APBN. Dodol banget.

Jumlah anggaran Kemenhan pada 2019 itu naik jika dibandingkan dengan anggaran pada 2018. Pada APBN 2018. Menyusul Kementerian Agama dengan anggaran sebesar Rp 62,2 triliun, Kementerian Kesehatan Rp 59,1 triliun, Kementerian Perhubungan Rp 48,2 triliun.

Kementerian Sosial Rp 41,3 triliun, Kementeristek Dikti Rp 41,3 triliun, Kemendikbud Rp 40,1 triliun, Kementerian Keuangan Rp 32,9 triliun, dan Kementerian Pertanian sebesar Rp 23,8 triliun.

Malahan anggaran Kemenhan terbesar pernah dialokasikan di APBN pads era pemerintahan Jokowi, yaitu pada tshun 2017 yang lalu. Saat itu Kemenhan mendapat alokasi anggaran Rp117,3 triliun pada APBN.

Mungkin Prabowo juga tidak tahu bahwa saat ini ranking kekuatan militer kita nomor satu peringkatnya di ASEAN dan nomor 15 di Dunia. Itu merupakan dampak tingginya anggaran dari APBN untuk Kemenhan.

Dengan pernyataan Prabowo yang mengandung makna adu domba ini membuat kita sadar dan membuka mata kita, bahwa ancaman terbesar bagi NKRI bukan dari luar negeri, akan tetapi dari negeri sendiri! Siapa orangnya..? Ya Prabowo sendiri..!

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.